Seorang pemimpin memikul tanggung jawab besar dalam mengarahkan tujuan kolektif menuju cita-cita bersama. Tujuan yang terstruktur tidak dapat dicapai secara serampangan, melainkan harus diupayakan melalui jalan-jalan yang benar, bermoral, dan berlandaskan nilai. Dalam konteks Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Nilai-Nilai Dasar Perjuangan (NDP) hadir sebagai landasan logis sekaligus ideologis dalam menentukan benar dan salah dalam setiap proses perjuangan.
NDP menempatkan kepercayaan pada kebenaran yang absolut, yakni Allah SWT sebagai sumber nilai tertinggi. Dengan demikian, orientasi perjuangan kader HMI tidak disandarkan pada kepentingan pragmatis atau kekuasaan semata, melainkan pada nilai kebenaran yang bersifat transenden. Islam sebagai asas pergerakan HMI menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai napas perjuangan, yang membentuk karakter kader tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara moral dan spiritual.
Ketika NDP benar-benar dijadikan landasan dalam ber-HMI, baik dalam ranah organisasi maupun pengabdian sosial dan kebangsaan, maka kader yang lahir dapat dipastikan memiliki komitmen kuat terhadap integritas. Kepemimpinan yang berangkat dari nilai akan menjauhkan diri dari praktik korupsi, penyalahgunaan wewenang, dan pengkhianatan terhadap amanah publik. Sebab, kepemimpinan tidak dipahami sebagai alat kekuasaan, melainkan sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya kepada manusia, tetapi juga kepada Tuhan.
Landasan ideologis yang kuat akan melahirkan nilai-nilai kepemimpinan yang transformatif dan adaptif. Pemimpin yang transformatif mampu menghadirkan perubahan ke arah yang lebih baik, sementara sikap adaptif menjadikannya peka terhadap dinamika zaman tanpa kehilangan prinsip dasar. Inilah potret pemimpin ideal yang dibutuhkan bangsa hari ini: pemimpin yang berpijak pada nilai, bergerak dengan akal sehat, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
