HMI Cabang Probolinggo: Korupsi di lingkungan Dinas Pendidikan Adalah Pengkhianatan terhadap Masa Depan Anak Bangsa


Probolinggo – Baru-baru ini publik dikejutkan dengan langkah Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo yang melakukan penggeledahan di kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo terkait dugaan praktik korupsi. Peristiwa ini menambah luka bagi masyarakat, terlebih di sektor yang mestinya menjadi pilar kemajuan bangsa: pendidikan.

Ketua Umum HMI Cabang Probolinggo, Imam Suyuti, menyatakan bahwa kasus ini mencederai cita-cita mulia pemerintah dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Probolinggo. “Bagaimana mungkin IPM bisa naik, bagaimana mungkin anak-anak kita mendapatkan hak pendidikan yang layak, jika institusi yang seharusnya merancang dan mengawal pendidikan justru menjadi sarang praktik korupsi?” tegasnya.

HMI menilai, praktik korupsi di sektor pendidikan bukan sekadar kejahatan keuangan, tetapi juga bentuk pengkhianatan terhadap masa depan anak-anak Probolinggo. Guru yang seharusnya diberdayakan, sering kali justru dieksploitasi. Siswa yang seharusnya dilindungi hak belajarnya, kerap dijadikan korban penyalahgunaan anggaran. Tidak jarang, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dikelola tanpa transparansi, dan menimbulkan keresahan di satuan pendidikan.

“Pendidikan itu ruang pengabdian, bukan ruang perampokan. Jika yang terjadi adalah eksploitasi guru, eksploitasi siswa, dan penyalahgunaan dana pendidikan, maka publik berhak marah. Kami menyayangkan praktik busuk seperti ini terus berulang,” lanjut [Nama Ketua Umum].

HMI Cabang Probolinggo mendukung penuh langkah Kejaksaan Negeri Kabupaten Probolinggo untuk melakukan penyelidikan secara menyeluruh, baik di level Dinas Pendidikan maupun di satuan pendidikan yang diduga menyelewengkan dana. Proses hukum yang transparan dan akuntabel harus ditegakkan, tanpa pandang bulu.

Lebih jauh, HMI menegaskan bahwa kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan harus segera dipulihkan. “Tidak cukup hanya dengan proses hukum. Dibutuhkan langkah berani dari pemangku kebijakan di daerah ini untuk melakukan evaluasi total terhadap jajaran pimpinan Dinas Pendidikan. Karena kalau pucuknya bermasalah, bagaimana mungkin akar pendidikan bisa tumbuh sehat?” ungkapnya, memberi pesan tegas tersirat.

Bagi HMI, pendidikan bukan sekadar program, melainkan amanah peradaban. Maka siapapun yang merusaknya dengan tindak korupsi, sejatinya telah merampas masa depan generasi penerus bangsa.

“Pendidikan harus kembali suci. Tidak boleh ada ruang bagi mereka yang memperjual belikan masa depan anak bangsa. Jika tidak ada ketegasan, maka jangan salahkan jika masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap institusi pendidikan itu sendiri,” pungkas Ketua Umum HMI Cabang Probolinggo.

Inisiatif Hijau

Saya adalah seorang anak petani yang ingin memberikan dampak lebih luas terhadap masyarakat

Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama