Pemerintahan yang sedang tidak baik-baik saja telah menciptakan suasana yang tidak aman bagi masyarakat. Maraknya kriminalitas, terutama kasus begal, telah menjadi alarm sosial yang tidak dapat diabaikan. Fakta bahwa dalam satu hari terjadi tiga kasus begal adalah bukti bahwa sistem keamanan dan pengawasan telah gagal.
Lebih mengkhawatirkan lagi, kondisi ini tercermin nyata di Kabupaten Probolinggo. Dalam kurun waktu yang tidak lama, tercatat kurang lebih 15 kasus kriminalitas—mulai dari pencurian, pembegalan, pemerkosaan, pembunuhan, hingga pencabulan—telah mengguncang rasa aman masyarakat. Ini bukan sekadar angka, tetapi representasi dari kondisi sosial yang memburuk dan rasa takut yang menghantui setiap langkah warga. Ancaman keselamatan sudah menjadi teror nyata di tengah kehidupan masyarakat.
Kriminalitas bukan hanya sekadar kasus, tetapi juga merupakan refleksi dari kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Kemiskinan, pengangguran, dan kurangnya pendidikan telah menciptakan lingkungan yang subur bagi tumbuhnya kejahatan. Pemerintahan harus mengakui bahwa kegagalan mereka dalam mengatasi akar masalah kriminalitas telah berkontribusi pada meningkatnya kasus-kasus tersebut, termasuk yang kini merajalela di Kabupaten Probolinggo.
Tidak dapat ditoleransi lagi bahwa masyarakat harus hidup dalam ketakutan dan kekhawatiran akan keselamatan mereka. Pemerintah harus segera mengambil langkah konkret dan terukur, bukan hanya retorika belaka. Penindakan hukum yang tegas terhadap pelaku harus diiringi dengan kebijakan preventif yang menyentuh akar masalah. Ini bukan sekadar tentang menangkap pelaku, tetapi juga tentang menciptakan lingkungan sosial yang kondusif, aman, dan sejahtera.
Kita tidak bisa menunggu sampai ada korban berikutnya. Kita tidak bisa menunggu sampai masyarakat benar-benar kehilangan kepercayaan terhadap negara. Kita harus bertindak sekarang, bersama, demi mengakhiri siklus ketakutan dan membangun kembali harapan akan kehidupan yang aman di tanah kelahiran kita.
Saran:
1. Pemerintahan harus segera mengambil tindakan yang efektif dan strategis untuk mengatasi kriminalitas serta meningkatkan keamanan masyarakat, khususnya di Kabupaten Probolinggo.
2. Diperlukan langkah serius dan berkelanjutan untuk mengatasi akar masalah kriminalitas seperti kemiskinan, pengangguran, dan minimnya akses pendidikan.
3. Keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan harus difasilitasi dan didukung, baik melalui penguatan forum warga maupun sistem keamanan lokal.
4. Pemerintah harus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap kebijakan penanganan kriminalitas agar publik merasa dilindungi dan dilibatkan.
---------------------------
Abdul Rohim (Bendahara Umum HMI Cabang Probolinggo)
