"Bersolek" Kota Probolinggo: Kosmetik Tanpa Fondasi


Jargon "Bersolek" yang selalu dibanggakan oleh Pemerintah Kota Probolinggo kini justru terasa menyakitkan di mata masyarakat. Kenapa? Karena di tengah gembar-gembor kota yang katanya terus mempercantik diri, kenyataan di lapangan berbicara lain.

Lihat saja kabel-kabel listrik dan internet yang semrawut di hampir seluruh penjuru kota. Bergelantungan rendah, saling bertumpukan, bahkan ada yang putus dan dibiarkan berbahaya. Ini bukan hanya merusak pemandangan, tapi juga mengancam keselamatan warga.

Lucunya, bukan sekali dua kali PLN Icon Plus Jatim harus turun tangan untuk memperbaiki kondisi kabel fiber optik di Probolinggo. Seharusnya ini jadi tamparan keras bagi Pemkot. Sebab, tugas mengawasi dan memastikan infrastruktur aman ada di tangan pemerintah daerah, bukan sekadar berharap bantuan dari pihak luar. 

Belum lagi soal tiang-tiang provider internet liar yang menjamur tanpa izin. Kasus di Jalan Sunan Ampel, Jrebeng Lor, adalah contoh nyata betapa lemahnya pengawasan dari dinas terkait. Warga sudah resah karena tiang dipasang sembarangan, bahkan mengganggu akses jalan dan berpotensi membahayakan aktivitas harian mereka. 

Di saat masalah-masalah dasar seperti ini belum selesai, pemerintah malah sibuk menggelontorkan dana Rp10 miliar untuk mempercantik Alun-Alun Kota. Apakah wajah kota yang cantik di satu titik bisa menutupi kekacauan infrastruktur di banyak titik lain? Ini bukan soal kecantikan semu, tapi soal keselamatan dan kenyamanan warga! 

Padahal, sudah ada Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2020 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah yang seharusnya mengatur semuanya dengan jelas. Tapi apa artinya aturan kalau hanya berhenti di atas kertas? 

Warga Kota Probolinggo berhak mendapatkan kota yang bukan hanya "bersolek" di permukaan, tapi juga benar-benar rapi, tertib, dan aman sampai ke akar-akarnya.  

Pemerintah jangan hanya pandai beretorika, tapi lupa menjalankan tugas utamanya: melayani dan melindungi rakyat.  

Kalau terus begini, "Bersolek" hanya akan menjadi slogan kosong yang menyayat rasa keadilan masyarakat.


------------------------------------------------------------

Oleh : Kiki Maulia Mufidah (Kabid PPD HMI Cabang Probolinggo) 


Inisiatif Hijau

Saya adalah seorang anak petani yang ingin memberikan dampak lebih luas terhadap masyarakat

Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama