Spongebob adalah animasi yang banyak digandrungi oleh elemen masyarakat, meskipun animasi ini ditujukan bagi kalangan remaja hingga dewasa, tidak menutup kemungkinan animasi tersebut juga dikonsumsi oleh anak-anak. Secara grafis memang lebih condong pada target usia muda, namun pembahasan yang dibawa pada animasi tersebut penuh dengan makna. Dengan latar belakang lautan, yang dispesifikkan adalah samudra pasifik. Tokoh utamanya adalah seekor spons laut, dan tetangganya squidward yang merupakan seekor gurita menjadikan animasi ini cukup menarik. Pembahasan mengenai animasi tersebut tidak hanya meliputi visualisasi, tetapi terdapat berbagai hal yang dapat dibawa pada banyak pembahasan.
Menarik sebuah episode dengan latar belakang sebuah restoran krusty crab, yang sebenarnya adalah sebuah perangkap kepiting. Pada suatu dialog yang membahas tentang robot yang tidak memiliki cinta dan kasih sayang yang mungkin sudah mengambil alih urusan makhluk hidup dengan menyamar mejadi tuan krab. Beberapa kutipan dialognya sebagai beriku:
Squidward : “Kalau kau menyangka tuan krab adalah robot, itu karena kau menonton film bodoh itu!”
Spongebob : “Hei Tuan Krab..”
Tuan Krab : “Apa? Ada apa nak?”
Spongebob : “Ayah Squidward tidak pernah memeluknya sejak dia kecil, menyedihkan bukan?”
Tuan Krab : “Ya, aku rasa itu agak menyedihkan, tapi Squidward bisa memeluk dirinya sendiri saat jam istirahat!”
Squidward : “Aku beri tahu ya, ayahku sangat menyayangiku”
Dari kutipan dialog singkat tersebut, ada topik yang bisa dibahas dalam bidang keilmuan. Perkataan Spongebob “Ayah Squidward tidak pernah memeluknya sejak dia kecil, menyedihkan bukan?” akan dibahas melalui dibidang keilmuan biologi dengan pembahsan yang cukup menarik.
Memang benar apa yang dikatakan Spongebob, bahwa Squidward tidak pernah mendapat kasih sayang ayahnya karena ia adalah seekor gurita. Banyak yang mempertanyakan hal tersebut, mengapa? Mari coba kita paparkan.
Gurita adalah makhluk hidup yang secara taksonomi masuk dalam Kingdom Animalia dan kelompok Cephalopoda, masih dalam satu ordo dengan class Mollusca. Cephalopoda dikenal merupakan predator aktif dengan sifat adaptif yang unik dalam berburu dan bertahan hidup. Kelompok ini mencangkup Spesies seperti Cumi-cumi, Sotong, serta Gurita. Cephalopoda dengan ciri khasnya memiliki tentakel dan rahang paruh berguna saat berburu mangsanya. Gurita yang termasuk dalam kelompok ini, memiliki pola hidup yang unik dan pertumbuhan serta perkembangan yang cepat.
Makhluk hidup akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan, tidak terkecuali gurita. Pertumbuhan dan perkembangan mereka cukup pesat, saat masa Juvenile (Masa Remaja), dengan beberapa pendapat hal tersebut diakibatkan oleh masa hidupnya yang pendek. Gurita, pada masa in sangat efektif mengubah konsumsi makanan menjadi massa tubuh, gurita muda (Juvenile) mampu bertumbuh 5% setiap harinya. Setelah gurita mencapai usia dewasa, tidak menutup kemungkinan hasrat berkembang biak muncul, sebagai keinginan untuk mempertahankan spesies mereka (Mengutip dari Buku Selfish Gen).
Pada masa ini, timbul fenomena yang unik, gurita jantang dengan kesiapannya untuk mempertahankan spesiesnya membawa keyakinan untuk kawin meskipun tahu akan mati setelah masa kawin. Kematian gurita jantan setelah masa kawin bisa dijelaskan secara sainstis. Setelah kawin, gurita jantan akan mengalami perubahan hormon yang akan memicu percepatan penuannya seperti nafsu makan menurun hingga berujung kematian. Hal ini disebabkan karena adanya hormon endoksin, spesifiknya adalah kelenjar optik yang membuatnya mengalami percepatan penuaan. Beralih pada gurita betina, ia akan terus mengerami telur dan menjaganya sampai menetas. Saat itu terjadi, segera gurita betina juga akan mati. Hal ini disebabkan karena Gurita betina yang terus menjaga terus menjaga telurnya, ia tidak makan. Setelah telur menetas, anak gurita akan memakan plankton yang memiliki protein tinggi membantu mereka tumbuh lebih cepat.Fenomena kematian gurita jantan dan betina ini disebut semelparous, yang berarti makhluk hidup hanya berkembang biak sekali seumur hidup. Semua jenis gurita akan mengalami masa ini, meskipun beberapa jenis gurita seperti Gurita Pasisik Raksasa mampu bertahan hidup lebih lama setelah masa kawin dan inkubasi.
Jadi, apa yang dikatakan Spongebob memang benar bahkan secara keilmuan, bahwa ayah Squidward tidak pernah memeluknya dari ia kecil. Kematian ayahnya setelah masa kawin menyebabkan dia tidak tahu ayahnya. Meskipun terdapat penyangkalan dalam dialog Squidward “Aku beri tahu ya, ayahku sangat menyayangiku”, terdapat dua kemungkinan yang disampaikan penulis. Pertama, pengorbanan gurita jantan adalah untuk keberlangsungan hidup anaknya dan menjaga Spesiesnya dari kepunahan. Kedua, Squidward adalah jenis gurita yang dapat hidup lebih lama setelah masa kawin, sehingga masih mendapatkan penjagaan dari ayahnya.
Semantik, 2025