Bela negara merupakan sikap dan tindakan warga negara yang didorong oleh rasa cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berlandaskan pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, dengan tujuan untuk memastikan kelangsungan hidup bangsa dan negara secara keseluruhan.
Setiap warga negara berhak dan wajib ikut berpartisipasi dalam usaha pembelaan negara, dengan ketentuan yang diatur dalam undang-undang. Kesadaran bela negara pada dasarnya adalah kesediaan untuk mengabdi dan berkorban demi negara.
Bela negara memiliki cakupan yang sangat luas, dari tindakan yang paling ringan hingga yang paling berat. Mulai dari menjaga hubungan baik antarwarga negara hingga bersama-sama mengatasi berbagai ancaman yang muncul.
Sejarah Singkat Hari Bela Negara
Hari Bela Negara diperingati setiap tanggal 19 Desember di Indonesia. Peringatan ini merupakan sebuah momen penting untuk mengingatkan seluruh warga negara Indonesia tentang pentingnya peran serta mereka dalam mempertahankan kedaulatan dan kelangsungan hidup bangsa. Peringatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran nasionalisme dan cinta tanah air, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga negara.
Peringatan Hari Bela Negara pada tanggal 19 Desember dipilih karena berhubungan langsung dengan peristiwa sejarah penting yang terjadi pada 19 Desember 1948, yaitu Agresi Militer Belanda II. Pada tanggal tersebut, Belanda melakukan serangan besar-besaran terhadap Republik Indonesia (RI) yang sedang berjuang mempertahankan kemerdekaannya setelah proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
Agresi Militer Belanda II, yang sering disebut juga sebagai "Peristiwa 19 Desember 1948," adalah upaya Belanda untuk mengembalikan kekuasaan kolonialnya di Indonesia. Belanda menyerang Yogyakarta, yang pada saat itu merupakan ibu kota Republik Indonesia, dan menangkap pemimpin-pemimpin Republik, termasuk Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta. Serangan ini memicu reaksi keras dari rakyat Indonesia yang terus melawan meskipun dalam kondisi yang sangat sulit.
Pada 19 Desember 1948, Belanda melancarkan agresi militer yang kedua terhadap Indonesia. Agresi ini bertujuan untuk menghancurkan pemerintah Republik Indonesia dan mengambil alih kekuasaan. Belanda menduduki Yogyakarta, ibu kota Republik Indonesia, yang pada saat itu merupakan pusat pemerintahan dan simbol kemerdekaan Indonesia.
Akibat serangan tersebut, Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta ditangkap dan dibawa ke tempat yang tidak diketahui. Namun, meskipun para pemimpin RI ditangkap, perjuangan rakyat Indonesia tidak padam. Setelah penangkapan tersebut, pemerintah Republik Indonesia tidak berhenti berjuang. Pasukan Indonesia tetap melawan melalui perlawanan gerilya yang dipimpin oleh para pemimpin bangsa lainnya.
Perlawanan rakyat Indonesia yang terus berlanjut ini akhirnya membawa dampak besar terhadap Belanda. Tekanan internasional, terutama dari Amerika Serikat dan negara-negara lain, memaksa Belanda untuk mengakhiri agresinya dan berunding dengan Indonesia. Hal ini kemudian mengarah pada Perjanjian Roem-Roem pada 7 Mei 1949 yang membuka jalan bagi kemerdekaan Indonesia yang lebih penuh.
Berdasarkan peristiwa yang terjadi pada tanggal 19 Desember 1948, maka pada tahun 2004, Pemerintah Republik Indonesia menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Bela Negara melalui Keputusan Presiden No. 28 Tahun 2004. Keputusan ini bertujuan untuk memberikan penghormatan terhadap perjuangan dan pengorbanan seluruh rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan negara.
Hari Bela Negara diharapkan dapat menjadi pengingat bagi setiap warga negara Indonesia akan pentingnya peran mereka dalam menjaga kemerdekaan, ketahanan, dan kelangsungan hidup negara. Peringatan ini juga menekankan bahwa bela negara bukan hanya tugas militer, tetapi juga tanggung jawab setiap individu untuk berkontribusi dalam pembangunan dan pemeliharaan keamanan negara.
Makna Bela Negara
Bela Negara bukan hanya sebatas berperang atau menggunakan kekuatan fisik. Bela negara adalah kewajiban setiap warga negara untuk menjaga kelangsungan hidup bangsa, baik melalui cara-cara yang tidak selalu bersifat militer. Dalam konteks ini, bela negara dapat dilakukan dengan berbagai bentuk kontribusi, antara lain:
Menjaga kerukunan antarwarga negara dan menghargai perbedaan adalah salah satu bentuk bela negara yang penting. Keberagaman suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) harus dijaga agar tercipta harmoni sosial yang stabil dan aman.
2. Berpartisipasi dalam Pembangunan Negara
Warga negara dapat memberikan kontribusi melalui pendidikan, pekerjaan, dan pelayanan masyarakat yang mendukung kemajuan bangsa. Setiap individu yang bekerja dengan penuh tanggung jawab membantu Indonesia menjadi negara yang lebih maju.
3. Meningkatkan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara
Kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai warga negara adalah hal yang sangat penting. Ini mencakup kepatuhan terhadap hukum, aktif dalam kehidupan politik, dan menjaga lingkungan sekitar.
Bela negara merupakan tanggung jawab yang harus dipikul oleh setiap warga negara Indonesia, yang berlandaskan pada rasa cinta kepada tanah air dan kesiapan untuk berkorban demi kepentingan bangsa dan negara. Konsep bela negara ini bukan hanya tugas sebagian orang atau lembaga tertentu, tetapi menjadi kewajiban bersama seluruh elemen masyarakat.
Tanggung jawab bela negara dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan sehari-hari, seperti menjaga kerukunan antarwarga negara, hingga langkah-langkah yang lebih konkret dalam menghadapi berbagai ancaman yang bisa mengganggu kedaulatan negara. Ini termasuk menghadapi tantangan dari dalam negeri maupun luar negeri, baik dalam bentuk konflik sosial, ancaman terorisme, maupun permasalahan terkait stabilitas ekonomi dan politik.
Kesadaran bela negara yang tinggi di kalangan masyarakat Indonesia akan menjadi kunci agar negara ini tetap kokoh berdiri sebagai negara yang merdeka dan berdaulat. Dengan partisipasi aktif setiap warga negara, Indonesia dapat terus berkembang dan menghadapi berbagai tantangan global dengan penuh keyakinan. Oleh karena itu, peran serta setiap individu sangat penting dalam menjaga kelangsungan hidup bangsa dan negara, untuk memastikan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang
Tags:
Sejarah
