Jalan Lurus : Suatu Antitesis Pereda Ambigu





Kaum muda dengan pikiran jernih,
marilah tunjukkan jalan lurus itu.


Manusia pada dasarnya selalu mengarah kepada kebaikan. Hal ini sering dibahas dalam pembahasan mengenai keadaan alamiah manusia. Kebaikan bagi manusia diartikan sebagai sesuatu yang bermanfaat. Namun, saat ini, kata "manfaat" sering kali dipahami sebagai keuntungan material. Banyak orang melakukan sesuatu yang menurut mereka bermanfaat hanya untuk meraih keuntungan yang terlihat, sehingga kemanusiaan mereka mulai terlupakan. Mereka lupa bahwa manfaat sejati adalah memiliki hubungan yang baik antar sesama, karena pada asalnya manusia adalah makhluk sosial.

 

Keuntungan menjadi hal yang paling penting, yaitu memperoleh sesuatu yang dapat meningkatkan posisi diri sendiri tanpa memikirkan orang lain. Berbagai cara, bahkan yang tidak benar, dihalalkan demi mencapai tujuan ini. Keuntungan bukan lagi diartikan sebagai kebaikan. Banyak orang mengkritik kesalahan orang lain, namun ketika kesalahan yang sama dilakukan oleh diri sendiri, mereka mengabaikannya, seolah hanya orang lain yang salah. Mereka seakan merasa memiliki hak khusus untuk melakukan kesalahan.

 

Meskipun sadar bahwa mereka melakukan kesalahan, jika kesalahan tersebut masih menguntungkan, cara itu kemudian dibenarkan. Hal ini sering dibungkus dengan alasan untuk meningkatkan nilai diri. Pikiran mereka terdoktrin oleh kepentingan pribadi, bahkan terkadang terjebak dalam sikap egois.

 

Memang, mengkritik kesalahan orang lain demi keuntungan pribadi bisa saja terjadi, namun penting untuk juga mengkritik kesalahan dalam diri sendiri. Jalan untuk menyadarkan bahwa tidak boleh ada dua standar dalam menilai kesalahan memang sulit. Penolakan dan ancaman sering kali muncul, tetapi jalan lurus menuju kebaikan tanpa kesalahan sedikit pun demi kepentingan kemanusiaan harus tetap ditegakkan. Kebenaran akan tercapai ketika kita tidak mendua pada kesalahan yang sama.


Persimpangan Jalan, 2024


----------------------------------------------------------------------
Sumber Foto:

https://kalsel.inews.id/berita/ambigu-adalah

Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama