CEGAH BRAIN ROT : KECANDUAN KONTEN RECEH DI MEDSOS


Media sosial kali ini ramai membahas isu Brain Rot. Tentunya penduduk Indonesia mulai dominan menggunakan media sosial untuk keperluan komunikasi maupun akses dalam menggali informasi publik. Media sosial juga menjadi suatu media yang lekat dengan kondisi masyarakat di era digital. Hal ini berkaitan dengan muatan konten receh secara berlebihan di media sosial ternyata bisa berdampak buruk dan fatal. 

Definisi Brain Rot mengutip dari Oxford University Press yakni sebagai penurunan kondisi mental atau intelektual terhadap seseorang. Penyebab kondisi ini dikarenakan ketergantungan konsumsi materi yang berlebihan terutama konten online yang di anggap sepele atau tidak menantang. Contohnya seseorang yang keseringan menonton tayangan tidak bermutu sehingga dapat mengalami pembusukan otak dan kemampuan berfikirnya akan jauh menurun dibandingkan sebelumnya. Dalam jangka panjang kondisi tersebut dapat mengakibatkan resiko terjadinya kecemasan dan depresi.

Di era modern kondisi Brain Rot ini diciptakan oleh masyarakat modern untuk menggambarkan kondisi mental pasca konsumsi konsumsi konten media sosial yang berlebihan. Ada beberapa aktivitas singkat pada sosial media seperti TikTok, Instagram, atau YouTube Shorts, maksimal 30 detik sampai 60 detik. Seseorang akan mendapatkan kepuasan secara instan. Jika konten dirasa tidak menyenangkan atau membosankan bisa di scroll. Aktivitas semacam  itu melibatkan konsumsi konten berkualitas rendah yang dikenal sebagai konten tidak bermutu. Menonton atau melihat media receh yang sifatnya ini memicu kerja sistem pengimbalan. Ketika menonton konten tidak bermutu yang sifatnya instan, sistem ini bekerja aktif melepaskan zat kimia otak bernama dopamin. Selanjutnya dopamin akan memberikan rasa kenikmatan instan. Efek negatifnya adalah otak menjadi terbiasa mencari hiburan instan dan menghindari aktivitas yang membutuhkan usaha, konsentrasi atau kerja keras. Akibatnya kapsitas kognitif otak menurun yang ditandai dengan kesulitan fokus, kurangnya daya analisis, dan penurunan kemampuan mengambil keputusan.

Dapat kita kenali tidak semua konten berdurasi pendek dianggap receh. Ada beberapa ciri konten tidak bermutu yaitu:

  1. Hiburan ringan seperti meme, video lucu atau potongan pendek. 
  2. Informasi tidak mendidik seperti konten yang tidak menambah nilai atau wawasan baru. 
  3. interaksi cepat dan dangkal seperti video pendek di TikTok, Instagram Reels, atau Snapchat yang hanya bertujuan untuk hiburan instan tanpa elaborasi mendalam. Tidak semua konten receh berbahaya tetapi konsumsi berlebihan terhadap konten semacam ini dapat memberikan dampak negatif pada otak.


Penulis : Choirul Anam Fatur Rohman

-------------------------------------------------------

Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama