Probolinggo (09 Februari 2026) — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Probolinggo menggelar dialog interaktif dan silaturahmi bersama Walikota yang di dampingi Kepala Bakesbangpol Kota Probolinggo guna membahas persoalan serius terkait ancaman penumpukan sampah, khususnya sampah organik, yang kian mengkhawatirkan di wilayah Kota Probolinggo.
Dalam dialog tersebut, HMI menyampaikan hasil pengamatan langsung di lapangan yang menunjukkan bahwa Kota Probolinggo tengah mengalami kondisi kelebihan kapasitas pengelolaan sampah. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bestari dilaporkan mengalami kesulitan dalam menampung volume sampah yang terus meningkat. Berdasarkan data tahun 2024, jumlah sampah di Kota Probolinggo diperkirakan mencapai 40 hingga 60 ton per hari, dengan komposisi sampah organik mendominasi sekitar 60 persen.
HMI juga menyoroti potensi peningkatan volume sampah pada tahun-tahun mendatang, seiring dengan adanya tambahan limbah organik dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyuplai program makan siang gratis. Kondisi ini dinilai berpotensi memperparah beban TPA apabila tidak diimbangi dengan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Ketua Umum HMI Cabang Probolinggo menegaskan bahwa persoalan sampah, khususnya sampah organik, perlu segera ditindaklanjuti secara serius dan terencana. Menurutnya, dominasi sampah organik yang ditimbun tanpa pengolahan berisiko menghasilkan gas metana serta menimbulkan pencemaran lingkungan, baik terhadap air, tanah, maupun udara.
“Jika tidak dikelola dengan tepat, sampah organik bukan hanya menjadi persoalan estetika kota, tetapi juga ancaman ekologis dan kesehatan masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, HMI Cabang Probolinggo juga menyampaikan gagasan solutif yang dirangkum dalam sebuah esai dan diserahkan langsung kepada Walikota Probolinggo. Esai tersebut membahas secara komprehensif strategi pengelolaan sampah organik berbasis ekonomi sirkular, dengan pendekatan pengurangan dari sumber, pengolahan berkelanjutan, serta pemanfaatan kembali nilai ekonomi dari sampah.
Melalui dialog ini, HMI Cabang Probolinggo menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif sebagai mitra kritis dan strategis pemerintah daerah dalam mendorong kebijakan lingkungan yang berkelanjutan serta berpihak pada masa depan kota.

.jpg)