Kebohongan Sistemik dalam Dunia Pendidikan Kita

Sistem pendidikan Indonesia, jika dilihat dari dokumen perencanaan dan pelaporan, tampak begitu menjanjikan. Kurikulum dirancang dengan cermat, laporan evaluasi disusun dengan sistematika yang rapi, dan kebijakan pendidikan diperbarui secara berkala untuk menyesuaikan dengan dinamika zaman. Namun, kenyataan di lapangan sering kali berkata lain. Implementasi kurikulum di satuan pendidikan masih jauh dari harapan, dan sering kali hanya sebatas formalitas administratif.


Perubahan Kurikulum: Antara Harapan dan Realitas

Sejak era Kurikulum 1947 hingga Kurikulum Merdeka yang diperkenalkan baru-baru ini, Indonesia telah mengalami berbagai perubahan kurikulum. Setiap perubahan bertujuan untuk menyesuaikan pendidikan dengan kebutuhan zaman dan masyarakat. Namun, perubahan tersebut sering kali tidak diikuti dengan kesiapan yang memadai di tingkat pelaksana.

Sebuah studi oleh Faizin (2022) menyoroti bahwa adaptasi pendidik terhadap perubahan kurikulum masih menjadi tantangan besar. Banyak guru yang belum sepenuhnya memahami esensi dari kurikulum baru, sehingga implementasinya di kelas tidak sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini diperparah dengan minimnya pelatihan dan pendampingan yang diberikan kepada guru dalam menghadapi perubahan tersebut.


Laporan Pelaksanaan: Antara Fakta dan Fiksi

Dalam banyak kasus, laporan pelaksanaan kurikulum yang disusun oleh satuan pendidikan tampak sempurna di atas kertas. Namun, laporan tersebut sering kali tidak mencerminkan kondisi nyata di lapangan. Praktik pengajaran masih menggunakan metode lama, tanpa inovasi atau penyesuaian dengan kurikulum terbaru.

Evaluasi implementasi Kurikulum 2013 di beberapa sekolah menunjukkan bahwa meskipun laporan administrasi menunjukkan kepatuhan terhadap kurikulum, praktik di kelas masih jauh dari standar yang ditetapkan. Guru cenderung mengabaikan pendekatan pembelajaran yang diharapkan dalam kurikulum, dan lebih memilih metode konvensional yang sudah mereka kuasai.


Tantangan dalam Implementasi Kurikulum Merdeka

Kurikulum Merdeka, yang diperkenalkan sebagai upaya untuk memberikan kebebasan belajar dan mengembangkan karakter siswa, juga menghadapi tantangan serupa. Evaluasi implementasi Kurikulum Merdeka menunjukkan bahwa meskipun konsepnya diterima dengan baik, pelaksanaannya di lapangan masih menghadapi berbagai kendala.

Penelitian oleh Aripi (2023) mengungkapkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka memiliki dampak positif terhadap fleksibilitas pembelajaran dan pengembangan karakter siswa. Namun, masih terdapat kendala seperti kesiapan guru, keterbatasan infrastruktur, serta kurangnya pelatihan yang komprehensif. Untuk meningkatkan efektivitas kurikulum ini, diperlukan evaluasi berkelanjutan dan dukungan yang lebih besar kepada satuan pendidikan. 


Menuju Implementasi yang Lebih Baik

Untuk mengatasi ketimpangan antara dokumen dan kenyataan dalam implementasi kurikulum, beberapa langkah perlu diambil:

  1. Pelatihan dan Pendampingan Guru: Memberikan pelatihan yang komprehensif dan pendampingan berkelanjutan kepada guru dalam memahami dan mengimplementasikan kurikulum baru.
  2. Evaluasi Berbasis Fakta: Melakukan evaluasi implementasi kurikulum yang tidak hanya berdasarkan laporan administratif, tetapi juga observasi langsung di kelas dan feedback dari siswa.
  3. Keterlibatan Stakeholder: Melibatkan semua pihak terkait, termasuk orang tua, komunitas, dan dunia usaha, dalam mendukung implementasi kurikulum di satuan pendidikan.
  4. Penyediaan Sumber Daya: Memastikan ketersediaan sumber daya yang memadai, termasuk infrastruktur, bahan ajar, dan teknologi pendukung, untuk mendukung implementasi kurikulum.


Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan implementasi kurikulum di Indonesia tidak hanya indah di atas kertas, tetapi juga nyata dan berdampak positif di lapangan. Pendidikan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh dokumen perencanaan yang baik, tetapi juga oleh pelaksanaan yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

----------------------------------------------

Inisiatif Hijau 2025

  • Faizin. (2022). Adaptasi Pendidik pada Perubahan Kurikulum Baru. 
  • Magdalena, dkk. (2020). Evaluasi Implementasi Kurikulum 2013 pada Pembelajaran Pendidikan Dasar. UIN Saizu.
  • Aripi. (2023). Evaluasi Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Praktik. Journal Aripi. 


Inisiatif Hijau

Saya adalah seorang anak petani yang ingin memberikan dampak lebih luas terhadap masyarakat

Posting Komentar

Please Select Embedded Mode To Show The Comment System.*

Lebih baru Lebih lama